Thursday, May 13, 2010

Hebatnya Paket Tagihan Tetap Telkom

Hebatnya Paket Tagihan Tetap Telkom

Mulai bulan Maret 2010 ternyata saya didaftarkan ke dalam program Paket Tagihan Tetap secara sepihak oleh Telkom, tanpa ada konfirmasi apa pun ke saya. Ini benar-benar cara berbisnis yang amat sangat tidak etis.

Saya baru tau ketika saya mendapat tagihan telp bulan Mei 2010 (pemakaian bulan April 2010),





lalu saya telepon ke 147 dan dikatakan bahwa Paket Tagihan Tetap Telkom didaftarkan pada 10 Pebruari 2010 (aktif mulai Maret 2010) oleh Rafli Alam.

Pihak Telkom tidak bisa memberikan bukti-bukti kalau saya sudah dikonfirmasi setuju untuk mengikuti program tagihan tetap Telkom.

Siapakah Rafli Alam???

Hebatkan Telkom!!!
Saya disuruh datang langsung ke Plasa Telkom terdekat untuk mengajukan keberatan.

Kenapa jadi begini, Telkom yang ngaco kok saya yang harus direpotkan datang ke Plasa Telkom?

Apa gunanya 147 kalau pelanggan tetap harus datang langsung ke Plaza Telkom? Saya dirugikan materi (bulan Maret-April 2010) dan waktu karena harus datang ke Plasa Telkom segala.
Rabu, 12 Mei 2010 Jam 13 saya datang ke Plasa Telkom Gunung Sahari. Ternyata disana penuh antrian, saya mendapat no antrian 213 (harus nunggu 68 no antrian lagi). Ketika saya menunggu, ternyata ada juga korban seperti saya, ada yang Paket Tagihan Tetap 60rb/bln, 75rb/bln (sama spt saya), hingga 10rb/bln.

Sekali lagi, Hebatkan Telkom!!!
Lalu no antrian saya dipanggil, yang hebatnya lagi Paket Tagihan Tetap saya sudah tidak aktif mulai 11 Mei 2010.

Hebatkan Telkom, daftarkan sendiri pelanggannya dan menonaktifkan sendiri pula.
Lalu saya bertanya: "tagihan telp bulan April 2010 (pemakaian bulan Maret 2010) ada kelebihan bayar itu gimana?"

petugasnya menjawab: "bapak bawa kwitansinya kesini" nah saya tidak punya kwitansinya krn saya bayar via klikbca, padahal saya sudah print bukti dari mutasi klikbca dan bukti dari http://infobill.telkom.co.id/

bukti dari mutasi klikbca


Hebat lagi kan Telkom, uang yang sudah masuk ke Telkom jangan harap bisa keluar lagi.

Karena kesalahan pihak Telkom, apakah uang kelebihan bayar tagihan Telkom bulan April 2010 (pemakaian bulan Maret 2010) bisa dikembalikan?
Saya juga email ke Telkom:

saya lukas bukan Pepenrapendi.

Rafli Alam siapa?

salam,
lukas
______________________

Bapak Pepenrapendi Ykh,

Atas nama Managemen PT.Telkom kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan Bapak menggunakan layanan kami.

Biaya Paket tagihan tetap : program PT. Telkom yang ditawarkan kepada Pelanggan dengan potongan Abonemen,potongan SLJJ dan potongan lokal sesuai paket yg di setujui oleh pelanggan. Paket ini sudah di setujui oleh:Rafli Alam.

Demikian Informasi yang dapat kami berikan.

Salam hormat,
Cusomer Care Area Jakarta Utara.

From: e-service Help Desk <http://www.telkom.co.id/>
______________________

saya tdk pernah ikut Paket tagihan tetap, saya rugi. trus apa yg harus saya lakukan?

Tagihan Telkom bulan Januari-Maret 2010

Sepertinya Telkom tidak rela kalau tagihan pelanggannya sedikit.

"TENI/Premium Call" apa ini?

"Diskon/Denda/Tagihan lainnya" apa pula ini?


Speedy sering tidak bisa konek

65 comments:

deky said...

hmmm. andai kata masih disana.. mang gak bisa di cek kalo anda sudah bayar?

saran saya, anda datang lagi kesana.

lukas said...

itu kan ada buktinya dek, ada gambarnya.

gmn sih, ga baca semuanya ya?

agus said...

telkom dilawan

Frans Thamura said...

Makanya kita harus hancurkan monopoli

Semua yg monopoli buruk

priyo arm said...

TELKOM HEBAAAAAAAAAAAAAAAA AATTTTTTTTTTTTTT ,

TAK BISA DI KOMPLAAAAAAAAAAAAAI IIIIIIIIIIIIIIII IIIIIIIIIINNNNNN NNNNNNNNNNNNN

APA LAGI KEHEBATAN MU TEL KOOOOOOOOOOOOOOOOOO MMMMMMMMMMMM

Naswil Idris said...

Pak Lukas,
Kalau pengalaman saya , operator P.T.Telkom Cukup ramah ,malah sangat sopan dgn nilpon dan minta persetujuan saya dgn "rayuan" gaya Komunikasi Marketing, bahwa biaya paket keseluruhan akan lebih murah dibandingkan dgn perhitungan biaya pemakaian harian, setiap pemakaian Tilpon, Fax, dll ,"case by case" setiap jam, atau hari .
TAPI setelah ..".Konsep Rayuan" itu diaplikasikan oleh P.T. Telkom ...TERNYATA KUITANSI TAGIHAN bulan berikutnya ...untuk 4 ( empat) Nomer Tilpon dan Fax , di 2 rumah saya dan anak2 saya).. ternyata MEMBENGKAK .... bukan mengecil sebagaimana dalam KONSEP RAYUAN yg ditawarkan.

Anak2 laki2 dan perempuan saya yg sudah lama juga bekerja di lingkungan Telekomunikasi dgn baik2 dan persuasif menerangkan pd Operator P.T. TELKOM agar MEMBATALKAN ..".Perjanjian Rayuan" yg baru itu..... dan agar sistem penagihan dikembalikan ke asal ( Sistem awal dulu)... Back to Sorento.... Back to the Future.....
Tanpa ribut2...... 2 ( dua ) bulan berikutnya .... Kuitansi .. Back to normal...Dengan perhitungan yg masuk akal....dapat dipahami.... . pantas ....Happy Ending ...
Salam,

Ardi Sutedja K. said...

Saya kebetulan juga sudah mengalami hal yang sama beberapa waktu yang lalu, dan alhamudullilah sudah bisa diselesaikan dengan baik tanpa adanya biaya2 tambahan. Namun yang saya sesalkan kok perusahaan kelas “dunia” (begitu konon ambisinya) bisa melakukan kecerobohan yang menurut saya cukup fatal? Padahal kalau kita menilik apa yang telah terjadi, kan hal yang terjadi tidak beda dengan penipuan dan bahkan sudah tidak beda dengan pidana sebagaimana yang terjadi di banyak kasus2 penipuan kartu kredit dengan melakukan pemalsuan identitas.

Mudah2an kedepan pihak PT Telkom bisa lebih bijak dan diligent di dalam mengembangan produk dan penawaran jasa2nya.

Indra-two said...

Kasus tagihan tetap sudah lama bergaung, dan ada unsur penipuan, bahkan kebanyakan korban yang mengadu ke plasa telkom tidak pernah menerima konfirmasi atau menyetujui hitam diatas putih. Kenapa tidak cari pengacara saja, untuk dilakukan gugatan hukum atas penipuan dan kerugian dalam jumlah masal.

Kira2 ada ga ya pengacara mau ngurus seperti ini untuk masyarakat umum, dan hasil gugatannya nanti digunakan untuk membangun sd dan smp yang nyaris ambruk.

paulus BW said...

Effeknya kalau juga keluhan dikirim ke surat pembaca lebih luas.
Kalau di Millis hanya dibaca oleh pejabat dan kita tahu prilaku pejabat kita
yang tidak responsif.
Maunya didesak dan dipaksa, baru melakukan tindakan.
Kalau tidak mana ada surat pembaca, protes, demo dst.

Maria Ulfa said...

Bapak Lukas Ytk,
Banyak Tipu menipu yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab sekarang, hati hanya tertuju kepada Uang... uaaaang....uang menjadi akar kejahatan setiap manusia, Alkitab sudah mengatakan dengan sesungguhnya, tidak ada kitab lain mengatakan seperti itu ....... uang adalah akar segala kejahatan .... manusia tidak ingat itu, itupun bukan hasil keringatnya kerja keras yang halal, di halalkan.

Kita sebagai orang percaya ya ? jangan munafik, ma'af bukan Bapak Lukas yang yang saya katakan disini. di tempat pekerjaan saya saja P' bertital dan Posisi yang sangat tinggi serta rajin beribadah tidak meninggalkan waktu, tapi baapak mau boborok kelakuannya.

Moga kita orang percaya khususnya Orang Kristen belajar lebih mengenal sosok Kristus itu gimana untuk menunjukkan terang hidupnya ditengah pekerjaan, keluarga dan dunia ini. hanya mata Tuhan yang melihat, manusia bisa bersandiwara tapi depan Tuhan tidak bisa......kita bersandiwara dimataNya.

Okay P' Lukas ini sangat baik intuk berbagi dengan sesama kita melalui mail ini agar saudara kita yang lainnya lebih waspada dan berhati2 lagi.

Saya pernah ditipu Bulan November 2009 melalui internet saya dirugikan cukup banyak hampir 100 Juta Rupiah. ini membuat saya lebih waspada dan membaca mail Bapak Lukas .... betapa hati ini menjadi empati mengingat apa yang pernah saya alami itupun semua rekan sekantor dan atasan saya semua tahu apa yang saya alami.

Dnia semakin sulit, semakin banyak kejahatan dibuminya benar ----- benar apa kata Firman Tuhan, Alkitab tidak pernah cerita bohong, tapi mencerita Kebenaran. Alkitab/Bible tidak pernah direkayasa.Akhir jaman banyak kejahatan, banyak penderitaan, banyak ........ dan banyak lagi nabi palsu yang memutar balikkan Bible / Alkitab.

Sekian yang dapat saya sampaikan, agar kita lebih berhati-hati lagi mengenaI AJAKAN telkom, bisnis multi level, Undian, hadiah yang di calling melalui no. HP katanya dari telkom banyak masyarakat yang menjadi korban penipuan apalagi dipedalaman. Manusia yang cepat tergius dengan materi / uang yah cepat bablas.

Salam buat keluarga, that's all
GBU,
Maria Gozal

Class Action said...

saya sedikit terusik dengan banyaknya keluhan terhadap cara pemasaran tagihan tetap telkom yang dirasakan sebagai sebuah paksaan, jebakan dan sering kali sangat jelas unsur penipuan customer.

Secara pribadi saya tidak dirugikan dengan ini, karena rumah saya jaringan telpon dari telkompun belum masuk alias rumah saya “NDESO” (baca : pelosok kampung) tetapi dengan setiap hari membaca SURAT PEMBACA di Kompas yang isinya hanya keluhan terhadap telkom tentang paket tagihan tetap membuat saya jadi enek juga, bagaimana sebuah praktek bisnis yang SANGAT NDESO ( baca : kampungan) semacam itu terus-terusan dibiarkan tanpa ada suatu tindakan hukum.

Dimana ini perlindungan konsumen? kita tahu bahwa Jaringan Telpon kabel di indonesia di MONOPOLI oleh Telkom yang mana pelanggan akan kesulitan untuk mendapatkan pengganti bila koneksi tersebut diputus, tetapi hal ini bukan berarti Telkom bisa melakukan hal-hal yang diluar batas etika bisnis, dengan melakukan sebuah praktek bisnis yang tidak elegan.

Saya bukan ahli hukum dan sedikit sekali tau tentang hukum, tetapi saya pernah mendengan sebuah bahasa hukum yang disebut CLASS ACTION dimana sekelompok orang secara kolektif mengajukan tuntutan hukum ke pengadilan terhadap suatu tindakan ketidakadilan/melanggar hukum.

Dan saya rasa bila para pengirim surat pembaca di Kompas bergabung sudah cukup kuat untuk melakukan sebuah CLASS ACTION untuk menghentikan sebuah praktek diktaktor dari pelaku MONOPOLI bisnis yaitu PT. Telkom.

Catatan :

Saya bukan ahli hukum, kesalahan dalam penafsiran mohon diberi masukan.
Tulisan ini bukan provokasi, melainkan sebuah wacana penegakan hak konsumen.

Seorang lulusan sekolah menengah atas di surakarta, S1 sebuah perguruan tinggi negeri di Semarang dan dropout dari S2 perguruan tinggi negeri di Jogja, bukan anggota LSM, bukan aktifis HAM, bukan pengamat khusus, bukan pula politisi, bukan PNS dan masih menganggur... hanya ingin menulis rasa

Pipe Hasagawa said...

Persis seperti motto-nya " Telkom Committed to BILL You"

Permata Suri said...

Wah ternyata banyak yah yg tertipu.. 2 minggu lalu di rt saya skitar 4 rmh ketipu begiut.. Trus qta rame2 marah2 di plaza t*lk*m..

Usul saja, Klo qta layangkan pengaduan ke ylki gimana? Ga' bisa dibiarin aja nih.. Ato ada rekan milis yg punya ide lebih tokcer?!...

*esmosi*

Abdul Adhim said...

Kalo seperti ini yang terjadi lama-lama Indonesia ini bisa terjangkit penyakit pemberontakkan.
Waaah boikot aja telkom, kalo perlu putus telpon ramai-ramai, khan masih ada HP untuk komunikasi he he he, kalo gitu saya juga harus waspada niiih, mumpung durung (jawa)

Ria J said...

Pak Lukas,

Masukkan surat pembaca kompas atau detik.com aja, tapi judulnya jangan HEBAT tapi NGACO BERAT.

rosmeiniar ulfa said...

complaint ke YLKI aja pak lukas..

Salam,

Niar

Novia Pujianingsih said...

samaaa...saya juga mengalami
ke 147 hanya utk denger suara merdu custoimer service yg sama sekali tidak menguasai produk

Lia said...

kalo di rmh saya bln Februari kmaren kejadian gitu tu pak....no. kita ktnya terdaftar di paket tagihan tetap gitu....pdhal seisi rmh ga ada yg mersa pernh ditawarin utk ambil paket itu sama pihak T*lk*m....tp mrk bilang ga mungkin no. terdaftar kalo ga didaftar/disetujui oleh pemilik/penghuni rmh....konyol abis....kita ga mersa koq....emang mrk aja kan yg kerjanya aneh-aneh... .


tp kalo kita wkt itu trus minta berhenti via 147.......abis itu udh mulai Maret-nya tagihan udh kmbali spt biasa....ga ada tagihan tetap lg....koq Bpk kudu dtng ke Plasa Telkom segala yah?.....apa wkt itu kita lebih beruntung aja kali yah :-|


ampun deh perusahaan macem T*lk*m tu....kayanya terkesan keren bgt kalo org kerja disitu....tp taunya cara krjnya bgitu amat....huh




Cheers,
Lia

Lia said...

jd kan tiap bln qta byr telfon pasti qta liat dongs brp ni angkanya...jmlh yg mesti dibayar gitu....nah taunya bln Feb kmaren jmlh tagihan rmhku naik dari biasanya.... dicek seisi rmh trnyata pemakaian normal aja kaya bln-bln seblmnya.... nah qta tny lah ke 147 apa yg terjd....trus mrk kasi tau kalo no.tel. rmh qta terdaftar di paket tagihan tetap ituh.....pdhal seisi rmh ga pernah merasa daftar atau setuju didaftarin oleh T*lk*m....brarti mrk aja kan yg seenaknya daftarin qta tnpa permisi...apa- apaan coba kan :-/
udh gitu Customer Service-nya kalo ditelfonin kayanya ga perhatian/ga simpatik gitu jwbnya....kesannya enteng aja lol




Cheers,
Lia

Niken said...

Kalau kejadian di rumahku,
- rata2 tagihan telp rumah 90rb - 110rb kemudian petugas telkom nawari ikut paket tagihan tetap 100rb biar hemat. Bapak setuju dan pastinya mulai bulan depan tagihan hanya 100rb tetapi tagihan ternyata malah naik jadi 140rb dan kita pikir mungkin masih bulan berikutnya .... ternyata sampai 3 bulan berikutnya tagihan tetap berkisar 140rb dan sepertinya ortu sudah coba complain tp tanpa solusi yg akhirnya kita balik ke model tagihan lama dan ga ikut paket2 lagi.

Regards ... Niken

tiga said...

saya berhasil mengajukan keberatan kepada telkom untuk 3 tempat yang berbeda dengan total refund hampir 1 juta rupiah, dibayarkan sekitar 1.5 bulan setelah kita mengajukan keberatan..

yang sangat disayangkan telkom 'berbohong' dengan mengatakan bahwa kita sudah menyetujuinya.. padahal salah satu line saya rusak dan tidak dapat digunakan sampai saat ini..
yang sangat disayangkan juga, perusahaan kelas dunia masih menerapkan cara-cara kasar yang mengakali konsumennya, jika konsumen sadar dan keberatan uang dikembalikan, jika konsumen tak sadar ya dibiarkan dan telkom akan mendapat pendapatan 'rampokan'
paling tidak sampai konsumen sadar, telkom sudah mendapat bunga dari hasil akal-akalannya..

Niken Suwandari said...

Kejadian ini pernah aku alami setelah lebaran th lalu….2009

Spt yg diceritakan sebelumnya….ribed banged urusannya (mesti bawa Kartu keluarga…KTP bukti bayarnya)…banyak prosedur…secara dari sononya yg salah potong…ko kita yg jadi repot…..mana gak ada kata maaf nya lagi….cuman bilang dg santainya oh itu si A bu…yg bla bla bla bla …….arrrrggghh…

Nah suamiku maju minta ketemu ma pimpinanan cabangnya di plaza T****M…dibilang gak bisa…tapi maksa…dan ujungnya suamiku bilang no dicabut saja tu jasa T****M kl layanannya spt ini…..merugikan customers….

Secara kita sekarang lebih sering pakai Handphone…pakai tlp local juga jarang…..*bayar abodemen saja…hik..hiks…*……blm lagi main potong tanpa bukti …

Dan akhirnya dibalikin yg 2 bulan karena ada bukti/ print out salah potong…sedangkan yg sebulan lagi krn gak ada buktinya Telkom gak mau bayar….



Tinggal kalikan saja tu…….berapa Kepala Keluarga yg dizholimi spt itu…secara itu ambil uang yg bukan hak nya….

Aldo Desatura ™ said...

saran aku sih mendingan cabut aja dech dari telkom... soale sekarang dari pihak swasta baik GSM atau CDMA udah murah kok...

vegentha said...

Sama neh, tiba2 tagihan telp rumah ak melunjak tetap dr bulan maret-mei... .gmn yach caranya lapor tapi yg ga ribettt....

by Hurin Aini

Ajeng Cindy Mr said...

wah sama banget sma ortuku juga ngalamin hal seperti itu...telkom menetapkan tagihan tetap 120rb/bln... ortuku kan awalnyaa gk tau klo kena tagihan tetap...secara ortuku sdh pensiun umurnya juga sdh 65th, curiganya setiap bulan kok biaya telp naik terus...biasa bayar 65rb paling besar 100rb lah, itu dah paling gede banget, krn mreka jarang nelp ke luar, paling anak2 nya yg nelp ke rmh. selama 3 bln berturut2 seperti itu, krn ortuku biasa bayar telp di deket rmh, nanya lah sm petugasnya.. .kok saya bayar telp mahal2 terus ya...nah petugasnya berusaha mencari info, krn petugas nya tetanggaku jd dia bantu, setelah itu besoknya dia beri tau klo ortuku kena tagihan tetap...ajibbb. ..ortuku kan dah tua ...mana ngerti masalah tagihan kaya gt...akhirnya ngurus lah ke telkom... disana ditanya apakah ortu saya pernah mendaftar, jawabannya jelas ngak lah...ngerti ada program itu juga gk... dan mreka serumah hanya tinggal berdua...masa hantu yg daftarin...trus di tanya apa petugas telkom pernah konfirmasi.. .ya jelas gak...klo pernah konfirmasi pasti ortuku gk akan kaget..krn sdh taau.. akhirnya tagihan tetap itu ditutup... kayaknya emang telkom manfaatin banget...mungkin karna sudah jarangnya org menggunakan telpon rmh kali ya...abudemennya mahal...tarifnya mahal...dan gak bisa di bawa kemana2... banyak warga memutus telpon rumahnya...termasuk tetangga rumah saya paling tinggal 10% aja yg pake telp rmh. selebihnya telpon rmh diputus...dan menggunakan cdma atau gsm

Muhammad Imam Muhtadi said...

Itu bukan hebat bung..
Tapi praktek MAFIA online..
Perlu di basmi sampe akar2 nya..
Kalau perlu lapor polisi..
Tidak sekedar nilai uang nya..
Tapi praktek MAFIA nya..
Jangan lupa..
Kejahatan internet tingkat dunia..
Indonesia nomor wahid..
Gimana kita mau maju..
Kalau budaya korup dan maling berdasi masih gentayangan di negara tercinta ini ?

Agus Irawan said...

Turut prihatin ya.

Tagihan tetap telkom memang menjebak.
Dikatakan tagihan tetap tidak juga, karena begitu melewati limit tertentu
maka counter hitungan akan berjalan lagi. Apa mereka gak tahu arti kata tetap ya?
Jadi enggak benar2 tetap tuh tagihannya.

Yang perlu diwaspadai juga, sales speedy yang sering telepon ke nomor kita,
menawarkan speedy gratis lah apalah. Bisa jadi tiba2 ada masalah seperti
tagihan telkom.

Beberapa hari lalu telepon rumah saya ditawarkan bebas abodemen,
tetapi bukan saya yang terima telepon. Melihat email Bapak,
kelihatannya saya juga harus hati2 memperhatikan tagihan bulan depan.

Thks.

yanto chiang said...

Hal ini juga terjadi di rumah saya, yang dimana pihak sales TELKOM secara langsung mengambil langkah sebelah pihak untuk mengaktifkan suatu paket ekonomis yang dengan bukti " Sudah di lakukan konfirmasi oleh saya sendiri pada tanggal .... dan jam siang hari".
Jikalau di pikir secara logika, pada siang hari saya di kantor dan hanya orangtua yang tidak paham akan hal ini. Walaupun memang katakan orangtua saya yang melakuan konfirmasi akan hal ini, berarti dalam hal menjelaskan kurang baik dan detail. Dan walaupun mereka klaim telah melakukan konfirmasi akan tetapi dari pihak kami tidak melakukan klaim, berarti penipu.

Jadi tetap berhati-hati akan hal ini, memang hanya jumlah yang sedikit akan tetapi bagi masyarakat yang membutuhkan itu merupakan jumlah yang besar.

Johan said...

arti nya sales telkom di kejar target
walaupun cara nya ga benar nih

Riswanto Tandela said...

Wah setelah membaca blog ini dan cek tagihan telepon rumah saya juga baru sadar sudah menjadi korban juga. Yang anehnya sewaktu saya telepon ke 147 saya diberitahu ada persetujuan pada tgl 20 Jan 2010 tapi tidak ada data dengan siapa yang menyetujui (ngomong ama setan kali).
Menurut saya ini tidak bisa dibiarkan dan Telkom harus bertanggungjawab. Jangan mentang2 monopoli sambungan tetap jadi bisa seenaknya. Saya sendiri berdomisili di Bogor, bagaimana yah nasib rekan2 lain di tempat lain?

Syahriyal said...

sama nih kejadian ama di rumah gw, ud 3 bulan pake tagihan tetap, padahal ga pernah ada konfirmasi dari pihak kita,
parah banget telkom, untung ada tante gw yg kerja di telkom,
gw laporin aja, dan lagi diurus nih

M.J.S. Group Indonesia said...

Sama Pak saya juga diperlakukan begitu oleh mereka, edannya saya kena Rp400rb/ bulan, per pesawat telpon jadi total Rp.800rb perbulan tagihannya, padahal biasa kita cuman abis Rp. 350rb per bulan untuk 2 pesawat telpon karena kebanyakan sekarang by sms, email dan YM.
padahal kita saat ditawari juga nolak keras, namun tau tau didaftarin sama mereka.

Jengkel jengkel Mending kita semua pake HP aja sekalian biar TELKOM bangkrut yg divisi telpon rumahnya. kelihatannya mereka sengaja secara sepihak, karena banyaknya orang pake HP mungkin pendapatan telkom yg telpon rumah terjun payung kali. mereka bilang ada rekaman kalo kita setuju gila gak?.... saya kira ini ulah pihak rekanan yang NUAKALLLLLL.

Jengkelnya kita pasti karena :
1. malah tagihan tambah mahal
2. ngurusnya harus ke plaza telkom
3. udah bilang ogah kok tau tau di lakukan OK

salesnya kurang ajar tuch..... heheheheh
perlu dijitak rame rame heheheheheh

hlasmana said...

Saya mengalami hal yang serupa, 3 bulan berturut-turut saya membayar abonemen telepon rumah 2 kali lipat lebih mahal padahal tidak ada pemakaian telepon dirumah. Saat komplain ke kantor telkom di Gn. Sahari Jakarta petugas langsung menyodorkan form isian utuk membatalkan paket tagihan baru tsb. Aneh sekali ya??!?!! Di kwitansi pebayaran jelas ertulis tagihan yang biasanya cuma abonemen 30ribuan menjadi 65ribu. Hebat gak tuh! dan ditempat yg sama saat komplain katanya sudah dikonfirmasi dan mendapat persetujuan padahal dirumah tidak ada orang yg merasa terima telepon seperti itu apalagi menyetujui. Gondokdeh, dipakai jg nggak tuh telepon n lebih banyak jadi pajangan di ruang keluarga! karena jarang jg ad orang dirumah pa lagi setiap orang jg komunikasi via handphone. Klo kejadian ini berulang lagi, tutup saja sekalian buat apa pasang telkom yg nyata2 merugikan pelanggan dengan trik dagang model begini. Dan kalau perlu GUGAT sekalian via YLKI..

johamdani said...

kebetulan pesawat telpon di rumah saya (semarang) pernah mengalami kejadian seperti ini, persis. TELKOM MEMANG HEBAT!!!

Anonymous said...

ini mesti dilaporkan ke KPK,
Korupsi ini...

rega said...

bener sis..aku juga ketipu tuh sama taagihan tetapnya. kalo aku sih waktu itu ada konfirmasi nya di telp, tapi jelasinnya cuma no telp ku terpilih buat bebas abonemen, trus tiap bulan dapet free call 200menit gitu, gak di kasih tau soal tagihan tetapnya..begitu bayar telp bulan depannya..weeekkss, telp ku yang jarang banget di pake koq tagihannya sampe 99 ribu, pas aku check billingnya, abonemen nya emang Rp.0 , tapi biaya tagihan tetapnya 75rb..nyeseeelll banget deh jadinya, akhirnya komplain ke pihak telkomnya tuk balikin seperti semula aja...moga yang lain gak bernasib sama yaa.. ;p

Kadeberg said...

saya malah pernah mengalami kejadian , mendapat teguran sepihak dengan menyatakan saya Belum Bayar , tagihan, dan saya di suruh menghadap , ke Garai tekom , Padahal saya sudah Bayar setiap tanggal 10 , setelah saya Maki maki , malah dia yg menghadap ke saya dan Bawa souvenir dan saya tolak mentah mentah , dan saya Bilang Orang Komunikasi koq gak tau system , he he he , dasar gak mau Belajar ya m begitu jd nya , Kpan Maju republik ini , he he , Bukti permintaan maaf masih saya simpan sampai sekarang ,

Best Regard
Kadeberg.
K.Sitanggang.
Raya Jabon KM.1 No.7

valuableofus said...

T*lk*m Memang Hebat (sambil marah)

sekarang waktunya putus hubungan dengan T*lk*m

mending kalo telp rumah pake cdma yang model pesawat telepon (tapi pakenya bukan produk T*lk*m)

Setuju...?

D. Bayu Priyosasongko said...

Saya juga mengalami hal yang sama, dan setelah saya tanyakan ke 147 saya harus datang ke plasa telkom yg melayani telepon saya. Akhirnya direimburse dengan cara: tiap bulan saya harus mendatangi plasa telkom tersebut untuk "memotong" kelebihan uang saya, sampai hutang telkom habis.

Bisnis cara apa ini??? Ternyata bagi telkom konsumen adalah "pembantu" bukan "raja"

Sur Yono said...

Sama Boz ,gw jg kena tagihan Tetap telkom
Tiap bulan koq sama
Waah Emang Hebat itu Telkom
Gw jg hrs mondar-mandir ....
Klo dihitung2 dh brp byk zo keuntungannya .....
jg maen sabet g ad konfirmasi
Emang Hebat ...

Nazaruddin said...

Saya juga mengalami hal yang sama dari pihak Telkom dikenakan tagihan
bulanan tetap padahal tidak pernah ada perjanjian/kontrak secara
tertulis sebelumnya tapi secara sepihak langsung dimasukkan dalam
daftar pengguna tagihan bulanan tetap pemakaian telpon.Saya sama
sekali tidak pernah mengajukan permohonan dan malah kalau ditawarkan
sekalipun saya tidak mau karena sehari-hari untuk berkomunikasi dengan
siapa saja saya pakai hp seluler. Memang pernah sebelum itu ada
seseorang mengaku dari PT. Telkom menelpon ke telpon rumah saya
menanyakan saya yang kebetulan pada saat itu tidak berada di rumah dan
yang mengangkat telpon isteri saya, tapi isteri saya cuma mengatakan
bahwa saya tidak ada.

Pada saat saya datang langsung ke loket tempat pembayaran rekening
saya jadi terkejut karena jumlah pembayarannya jauh diluar perhitungan
saya malah sampai 8 kali lipat padahal yang harus saya bayar hanyalah
biaya abodemen saja karena selama kurang lebih 2 bulah telpon tidak
saya pakai sama sekali lantaran rusak. Tanpa ada komentar/pertanyaan
tagihan saya bayar sesuai jumlah tagihan, tapi saya tidak langsung
pulang malah saya menuju ke petugas bagian pelayanan untuk print out
pemakaian telpon karena saya penasaran sekali kenapa begitu besar
sekali tagihan rekeningnya.

Sesudah diprint out pemakaian telpon langsung saya protes kepada
petugas kenapa jumlah pembayarannya bisa besar sedangkan saya tidak
ada memakainya sama sekali dan oleh petugas setelah lebih dulu
mengecek data-datanya di komputer mengatakan bahwa saya dikenakan
tagihan bulanan tetap. Selanjutnya saya tanyakan kepada petugas kenapa
harus dikenakan biaya tagihan bulanan tetap sedang saya tidak pernah
sama sekali mengajukan permohonan, terus terang saja dengan agak
sedikit kesal saya katakan kepada petugas "Telkom tidak sportif
nampaknya bertindak sepihak saja tanpa kompromi". Atas komplain saya
itu sang petugas menanyakan "apakah bapak ingin pemakaian telponnya
dikembalikan ke asalnya (default) ?" langsung saya bilang "ya iyalah
siapa yang mau cuma pakai sedikit tapi bayarnya banyak apalagi cari
uang sekarang ini susah".

Oleh petugas pelayanan PT. Telkom dibuatkanlah surat pernyataan
permintaan pemutusan kontrak pembayaran bulanan tetap yang saya tanda
tangani bersama-sama petugas, yang terasa aneh sekali disini dan jadi
pertanyaannya adalah "kenapa pada saat sebelum dikenakan tagihan
bulanan tetap awalnya tidak ada dibuat surat perjanjian, tetapi
sesudah dikomplain malah pakai surat pernyataan segala...ah
benar-benar aneh".

Bayu said...

Telkom juga semakin pinter dengan tidak menagih tagihan speedy, tau-tau didenda

Nisa A said...

Waduh... saya jadi merasa bersalah nih!!!

Barusan, mungkin 1-2 jam yang lalu, ada orang Telkom yang menawarkan "pembebasan abonemen" ke telpon rumah saya. Saya dengerin sampe selese. Saya bilang sih, kalau urusan penggantian paket tersebut mesti dibicarakan terlebih dahulu (ga langsung saya iyakan). Tapi CS Telkom-nya meminta nama saya. xD

Abis baca di internet, saya takut kena tipu. The thing is: gw adalah anak yang punya rumah (walo gw jelas udah 17++), duh, ga enak banget kalo ternyata gara2 gw tagihan telpon di rumah malah membengkak.

Ada cara untuk mengetahui tagihan telpon rumah kita tagihan biasa/pake paket ga???

Terima kasih banyak ya

Nisa A said...

Oia, orang tua saya membayar tagihan telpon melalui autodebit.

Jadi, apa lebih baik autodebitnya dibatalkan (sementara) ni?

*saya bener2 merasa bersalah dengan orang tua, huhu*

purwanti setia said...

yg mengherankan. saya sudah tidak menyetujui, tapi tetep aja kena. minggu ini saya mau urus deh ke ktr telkom. enak bgt yach telkom

SARI WULAN said...

Telkom Bertindak Sepihak


Sudah sejak bulan Desember 2009, telepon rumah saya (nomor 021-747180xx) dikenai biaya paket nonabonemen dan pengenaan biaya paket ini tanpa persetujuan saya. Kebetulan rumah itu jarang saya tempati dan hanya ada penjaga rumah. Kemungkinan petugas Telkom menelepon dan meminta persetujuan dari penjaga rumah.

Seharusnya, Telkom tidak melakukan hal itu karena saya sebagai pemilik rumah tidak ada di tempat. Tagihan bulan Desember 2009 yang dibayar pada bulan Januari 2010 saya mulai dikenakan biaya paket nonabonemen. Saya sudah komplain berkali-kali sejak 18 Januari, Maret, dan pertengahan Mei, tetapi belum ada tindakan dari Telkom.

Pada saat komplain pertama, saya diberi tahu bahwa pada bulan Maret 2010 sudah akan ditagihkan seperti biasa, tetapi kenyataannya tagihan tersebut masih berlanjut sampai sekarang.

Mengapa untuk pemindahan reguler ke nonabonemen tindakan Telkom cepat sekali, tetapi untuk mengembalikan ke status semula terkesan Telkom lambat menanganinya?

Saya sebagai pelanggan Telkom dirugikan karena harus membayar apa yang tidak pernah saya setujui. Sampai kapan saya harus menunggu?

Jalan H Muri Salim II, Ciputat Timur, Tangerang

Anonymous said...

aku ya kena 3 kali bahkan rumah kosong kok bisanya ada yg ACC ? payah payah
saya kompalin disini http://www.facebook.com/topic.php?uid=114315371913923&topic=186

SENTIA AGUSLISCA said...

Telkom Bisa Menelepon Pelanggan yang Meninggal

Ibu saya, Louise C, tercatat sebagai pelanggan Telkom nomor 021-84677xx. Karena ibu saya meninggal dunia pada tahun 2006, saya sebagai anak mendiang mengurus pembayaran nomor tersebut.

Pada September 2010, baru saya sadar bahwa tagihan Telkom naik hingga di atas Rp 100.000. Biasanya saya hanya bayar Rp 40.000, atau paling mahal Rp 50.000, dengan asumsi abonemen Telkom Rp 32.600. Pada 20 September, saya mengadu kepada 147. Saat itu dijelaskan bahwa bagian pemasaran Telkom pada 13 Juli menghubungi Ibu Louise, menawarkan paket tagihan tetap Rp 65.000 per bulan dengan gratis 200 menit telepon lokal dan 20 menit SLJJ.

Katanya, ibu saya menyetujui penawaran tersebut dan Telkom punya rekaman pembicaraan itu. Tak masuk akal alasan Telkom: bagaimana mungkin ibu saya yang sudah meninggal menerima telepon dan bercakap-cakap dengan bagian pemasaran Telkom? Di rumah itu tidak pernah ada orang selain pada malam hari sebab saya dan suami bekerja.

Saya minta diperdengarkan bukti rekaman itu, tapi tidak diperbolehkan karena itu hanya untuk keperluan internal Telkom. Pada 17 Oktober, saya masih dikenai tarif abonemen Rp 65.000. Dijelaskan bahwa Telkom masih mengenakan tarif abonemen Rp 65.000 karena saya mengadu pada 20 September, bukan 1 September.

Waspadai penawaran bebas abonemen dari Telkom yang menyesatkan dan merugikan!

SENTIA AGUSLISCA Jalan Masjid Arrohmah, Pondok Melati, Kota Bekasi

Anonymous said...

Betul, malahan saya kena yg 100rb selama 2bulan. Padahal nggak dipake samasekali.

setelah saham telkom dibeli sama asing antek2 a*ab, cara berbisnis mereka menjadi sangat kotor, jorok, ,rakus, menjijikkan dan penuh siluman penyedot pulsa, pemberi denda, dsb.

saya langsung memutus sambungan telepon saya sebagai pelajaran buat bisnis kotor mereka. Mudah2an yg lain bisa mengikuti...

masih banyak operator yg murah, jujur, dan bagus layanannya...

telkom... hoek...

KASMAN, ST said...

Telkom memang hebat...Sebuah perusahaan yang menguasai hajat hidup orang banyak. Jika ada penyedia layanan jasa internet yang bisa sama dengan speedy di tempat saya mungkin TELKOM saya malah tidak lirik sama sekali.
Ceritanya begini....
Saya mengaktifkan layanan telpon rumah dari tanggal 25/11/2010 tapi baru dipasang tgl 03/12/2010...kalo di hitung kan sdh rugi tuh mana telpon 147 gunakan HP pulsa gila bangetttt karena iklan dan layanan "pura-pura" ramahnya CS 147.
Yang bikin saya tambah bingung perhitungan tagihan PT. TELKOM gimana...knp gunakan telpon beberapa hari sdh ada tagihannya.
Seharusnya TELKOM menginformasikan kepada kita tanggal berapa pemasangan yang paling menguntungkan untuk pelanggan. Sangat disayangkan jika telkom perusahaan telekomunikas andalan di Indonesia bisa seperti ini.

Anonymous said...

tgl 4 januari 2011.. Dan ini menimpa saya setelah saya iseng2 ngecek di layanan billing telkom online. Saya tegaskan, dan saya yakinkan tidak pernah menyetujuinya. Namun kenapa ini diproses?????? Kami mohon semuanya terutama yg mengalami masalah yg sama seperti saya ini untuk bersatu dan melakukan tindakan yang semestinya. Sampai kapan terus begini, saya yakin telemarketing telkom akan terus melakukan promosi / praktek yg merugikan konsumen ini. YANG JADI MASALAH ADALAH SAYA TIDAK MENYETUJUI, NAMUN DIPROSES/DISETUJUI SECARA SEPIHAK OLEH TELKOM !!!!

Anonymous said...

saatnya KPK turun tangan tuh. Ada indikasi gak bueener

Anonymous said...

makannya boz kalau mau komplen yg ramah dulu, pasti dilayanin baik2, baru hallo ja nada ketus gimana orang mau nanganin sepenuh hati, seperti kata bapak NASWIL IDRIS, beliau minta baik2 akhirnya tanpa repot normal kembali kan????
namanya mereka marketing pasti ada "kata-kata" bahasa marketing mereka yang menjebak, saran saya, coba deh kalau ada penawaran ditanyakan lebih spesifik lagi...

Anonymous juga ah said...

makannya boz kalau mau komplen yg ramah dulu, pasti dilayanin baik2, baru hallo ja nada ketus gimana orang mau nanganin sepenuh hati

spt nya bos yg ga pake nama (klo komen pake nama dnk, ini sih bukan ga ramah, tapi ga ..........)

Mulai bulan Maret 2010 ternyata saya didaftarkan ke dalam program Paket Tagihan Tetap secara sepihak oleh Telkom, tanpa ada konfirmasi apa pun ke saya. Ini benar-benar cara berbisnis yang amat sangat tidak etis.

kata2 di blog om lukas dah jelas baget loh, didaftarkan sepihak oleh telkom. berarti operator telkom tdk pernah nilpon om lukas, beda dgn kasus bapak NASWIL IDRIS yg di tilpon oleh operator telkom.

Erik Tapan said...

Sesama korban ijin nge-link

http://www.eriktapan.com/2011/05/korban-tagihan-tetap-telkom.html

pakdhe said...

barusan ngurus komplain ke telkom jl lembong bandung : Ternyata oleh marketing TELKOM nomor ane pada tgl. 30 Maret 2011 pkl.14.00 di daftarin jadi ikut program PTT (PAKET TAGIHAN TETAP) secara sepihak, tanpa ada konfirmasi sebelum-nya.Didesak, mana bukti recording-nya, kalau kami menyetujui..!!! Mereka berdalih, recording hanya untuk back office, KAMPRET !!!!Untunglah langsung sadar pada tagihan bulan ke dua...

Anonymous said...

ptt identik dg korupsi yg dilegalkan ....

Anonymous said...

Jadi bingung.... apa sy agak lebih beruntung karena ini bulan pertama tagihan telpon rumah saya terasa aneh.. ato saya baru kena sial karena baru aja dapet masalah ky gini juga dari ulah oknum2 org TELKOM..!!
yg pasti sy prihatin klo memang ini harus jd satu kasus yg berkepanjangan karena cacat nya sistem.

NB : jgn biarkan ini jd kasus yg merugikan pelanggan secara masal.. cepat selesaikan ato kita akan secara masal pula memutus hubungan berlangganan kita dengan TELKOM..! TERIMA KASIH.

Noviardi said...

Iya Telkom Memang Anjing....
Telpon ke 147 berbayar tetapi di paksa dengerin iklan mereka....
Anjing, Biadab, penipu, Maspus aja kalian

cs said...

dear Noviardi, boleh minta no telp telkom anda?

Anonymous said...

Gmana negara ini mau maju klo pondasinya dibangun kayak gini, terus terang saya juga kecewa dengan keadaan yg terjadi. Karena saya melihat sendiri di Plasa Telkom jg bnyk yg komplain masalah ini, ini adalah bukti kurangnya kesadaran dalam mengelola suatu manajemen. Masa sih ada maaf "Bajingan" yg sengaja melakukan tindakan yg merugikan orang lain. Mohon pihak Telkom untuk dapat memanage hal ini dengan baik agar tidak terjadi hal yg memalukan spt ini. Salam dan kritik dari saya.

Anonymous said...

Kak, kasus kakak boleh aku jadiin bahan skripsi ga? Mohon bantuannya, terima kasih.

moch84bandung said...

Wah..saya malah baru ngeh om, setelah 3 bulan ini jarang pake telepon tapi bayarnya tetep 60ribu..karena heran saya cek tagihan secara online dan munculah tagihan2 yg "asing", dan anehnya detil tagihan yg tercantum pada NOTA pembayaran dan email tidak sedetil cek online. Hari ini saya telpon 147 mempertanyakan hal ini. Mereka bilang saya harus urus ke cabang bandung jln Lembong (malas keluar) urus via email saja. dan akhirnya ada balasan paket tagihan tetap telah dicabut. Kita lihat saja tagihan bulan depan. Makasih INFO nya om..dan bagi pengguna layanan telkom lainnya coba cek juga tagihan secara online barangkali ada tagihan2 pungli.

akangckp said...

BUSET DEH BENER2 TELKOM PENIPU "SANGAT" ULUNG.. MARI KITA LAPORKAN KE MENTRI BUMN, YANG TERHORMAT BAPAK DAHLAN ISKAN... BIAR TAU RASA...!!!!

TELKOM TIDAK PROFESSIONAL MEMANG HEBAT

eldios jagara said...

Wah berarti saya salah satu dari sekian banyak korban ya TELKOM ya. kalo saya kasusnya karyawan yang menerima uang tagihan soeedy tiap bulan. dia seorang perempuan paruh baya pake jilbab ( bukan bermaksud menjelekkan orang pake jilbab, say muslim juga ). tanggal 20 may saya bayar tagihan saya, pas mau pulang saya lupa minta orint an pembayaran saya. sudahlah kesempatan emas kata perempuan bertopengkan jilbab tadi. sampi di pintu keluar saya ingat print an saya belum di ambil. pas saya minta langsung di kasih. ee besok harinya tanggal 21 dia nelpon saya nagih lagi. katanya saya belum menyerahkan uang tapi print annya udah terlanjur di kasih dia. emangnya dia tau dari mana no speedy atau telpon saya kalau tidak saya kasih tau. malah ngotot bilang saya harus bayar. dari pada ribut2, tak ambil duit, tak gulung, tak lempar ke muka perempuan rakus tadi. haah mudah2 an di kasih balasan ma tuhan. kejadiannya di PLASA TELKOM PAYAKUMBUH SUMATERA BARAT.